ngOMnyang

kadang-kadang saya senang memperhatikan orang yang “ngomyang” atau grenengan atau glenyengan atau bicara sendiri (lha iya-lah masak orang bicara pakai mulutnya orang lain, aja-aja ada). (karena) ketika orang “ngomong dhewe” sebenarnya itu bukan kehendak dan maksudnya. yang menarik siapakah yang menggerakkan mulut dan syaraf cakapnya itu. pasti TUHAN yang maha CAKAP.

nah kalau yang KUASA cakap berkenan menggunakan mulut makhluk-Nya untuk bicara pasti ada yang nyolowadi atau wigati atau penting atau significant. (dan) seringkali yang dipercakapkan tidak masuk akal, wagu tidak logis, tidak ketemu nalar atau ngawur (lha jelas wong ngomyang kok…).

hanya kita aja yang pandai-pandai bersasmita, membaca tanda atau hanya sekedar dianggap hiburan belaka (bukankah hidup didunia ini hanya sendau gurau belaka? ini kata kitab suci lho).

seringkali (lagi) bagi saya mereka yang ngomyang itu, lebih “bermutu dan berilmu” dari ada kaum yang acap tampil di podium, mimbar dan “di depan”. walaupun suara mereka kadang low bath dan sayup tapi “dalam” dan kadang menyindir (perilaku) kita.

selamat melihat dan mendengarkan mereka. (dan) terimakasih kepada yang saya kagumi “kaum ngomyang”.

ketika anda sepakat bahwa dapat menarik manfaat dan ilmu dari kaum ngomyang, maka selamat menikmati tulisan-tulisan “omyangan” ini.

One Response to “ngOMnyang”

  1. prihatmaji Says:

Leave a Reply